Cara Mengenalkan Kebiasaan Ibadah Pada Anak Umur 2-3 Tahun

By | October 22, 2017

 

Allah berfirman dalam Surah At Tahriim ayat 6, yang artinya: ”Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka….”

Cara Mengenalkan Kebiasaan Ibadah Pada Anak Umur 2-3 TahunAyat tersebut memerintahkan kita untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Cara untuk menjauh dari api neraka yaitu menjalankan ibadah perintah Allah, menjauhi yang haram-haram, dan menjauhi larangan Allah.

Upaya untuk menjaga keluarga dari api neraka, maka orang tua hendaknya sejak dini mengenalkan anaknya untuk beribadah kepada Allah.

Di masa kecil, ibadahnya anak bukanlah sebagai kewajiban. Pada masa anak bukanlah masa pemberian beban, melainkan hanya pengenalan yang mengarah kepada pembiasaan. Pengaruh kebiasaan ibadah anak di masa kecil akan memiliki pengaruh kuat kelak ia dewasa.

Pengenalan ibadah pada diri anak sangat dipengaruhi perilaku orang tua. Walaupun anak belum tahu manfaatnya, anak akan mudah meniru perilaku orang tua atau pengasuh. Contoh, apabila setiap mendengar azan, pengasuh atau orang tua selalu berkata di dekat anaknya,”Sudah azan. Ini saatnya salat. Ayo, kita salat!” Kemudian keluarga tadi melakukan wudu lalu salat, walaupun anak tidak diajak sekalipun, ia akan menyaksikan dan mengikutinya. Lamakelamaan, setiap ada suara azan, anak akan mengingatkan atau mengajak untuk salat, misalnya: ”Ayah sudah azan ayah! Ayo salat ayah!” Apabila setiap mau makan pengasuh atau orang tua mengucapkan bismillah dan anak selalu mendengarnya, maka anak pun cenderung akan meniru.

Apabila orang tua selalu membiasakan diri misalnya, habis magrib membaca Alquran dan anak diajak (ada di dekatnya), maka lama-lama anak akan terbiasa, dan ikut-ikutan. Apabila ketika seorang kakak menolak makan karena puasa,”Kakak tidak makan karena sedang puasa,” maka jika anak hendak menolak makan ia pun beralasan, “Nggak! Nggak mau makan! Puasa!” Demikian juga apabila anak dilarang mengganggu setiap orang salat, ”Ssst! Kakak itu sedang salat, jangan diganggu ya! Adik ikut salat, atau di sini saja? Jika ikut salat ayo di samping kakak. Jika tidak ikut salat, kita tunggu di sini saja ya!? Nanti jika kakak selesai salat, kita ajak main lagi ya, sayang ya?”

Cara memberitahu anak dengan nada suara ramah, sungguh-sungguh, sambil berjongkok dan mendekatkan diri padanya, serta menjaga tatap mata anak dengan penuh kasih sayang. Hal ini menunjukkan bahwa kita bersama anak itu dan pengertian padanya.

Dalam kehidupan keseharian, bentuk ibadah yang dilakukan anak atas dasar meniru melalui proses kebiasaan maupun karena diajak (diajari).