Membisikkan Azan di Telinga Kanan, dan Iqamat di Telinga Kiri Bayi Setelah Lahiran

By | November 1, 2017

Bayi Setelah Lahir dibaringkan di Dada Ibu lalu di Adzan iSetelah pertolongan pertama pada bayi dilakukan (dimandikan, dipopoki, diberi minyak telon, dibedaki, dipakaikan baju, diselimuti), segerakan untuk membisikkan azan di telinga kanan bayi. Selesai azan, lalu bisikkan iqamat di telinga kiri bayi. Yang membisikkan azan dan iqamat dilakukan oleh ayah si bayi, atau kakeknya, atau siapa pun yang mampu melakukannya ketika itu.

Dengan dibisiki azan dan iqamat, diharapkan agar suara yang pertama kali didengar oleh bayi yang baru lahir ialah kalimat-kalimat yang mengagungkan Allah.

Membisikkan azan dan iqamat, termasuk meneladani ajaran Nabi. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi, bahwa Rasulullah membisikkan azan di telinga Hasan, yang baru dilahirkan oleh Fatimah.

Rasulullah saw. bersabda, yang artinya: ”Barang siapa diberi anak yang baru lahir, kemudian ia menyuarakan azan di telinga kanannya dan iqamat di

telinga kirinya, maka anak yang baru lahir itu akan terhindar dari gangguan setan” (HR. Baihaqi).

Bacaan Azan berbunyi:

1. Allaahu Akbar (4X).
2. Asyhadu alaa ilaaha illallaah (2X).
3. Asyhadu anna Muhammadarrasulullaah (2X).
4. Hayya ‘alash shalaah (2X).
5. Hayya ’alal falaah (2X).
6. Allaahu Akbar (2X).
7. Laa illaaha illallaah (1 X).

Bacaan Qamat (lqamat) berbunyi:

1. Allaahu Akbar (2X).
2. Asyhadu alaa ilaaha illallaah.
3. Asyhadu anna Muhammadarrasuulullaah.
4. Hayya ‘alash shalaah.
5. Hayya ‘alal falaah.
6. Qad qaamatish shalaah (2X).
7. Allaahu Akbar (2X).

8. Laa ilaaha illallaah.

(Sumber: Merawat dan Mendidik Anak/Umi Isyiqomah/Hal 44/2004)