Menjaga Keamanan, Kenyamanan, Kesehatan, dan Imunisasi pada Bayi

By | October 30, 2017

Mengingat kulit bayi masih sensitif dan tulang bayi masih sangat lunak, maka pengasuh atau orang tua harus hati-hati merawat bayinya. Bayi harus dijaga keamanan, kenyamanan, dan kesehatannya.

Menjaga keamanan bayi dari hal-hal yang tidak diinginkan (kena gigitan , nyamuk, serangga, jatuh dari ayunan, jatuh dari tempat tidur, dan lain-lain) sebaiknya bayi selalu dijaga.

Bayi Masih Sensitih dan Harus dijaga Kesehatannya

Bayi Masih Sensitih dan Harus dijaga Kesehatannya

Apalagi jika bayi dalam kondisi terjaga (tidak tidur) jangan sekali-kali bayi ditinggal sendirian. Ketika bayi tidur lelap, jika ingin meninggalkan jangan terlalu lama. Pastikan ketika bayi ditinggal dalam keadaan aman (diselimuti, dikerodong, dimasukkan ke boks, atau ditidurkan di kasur bawah agar tidak terjatuh, atau jika bayi ditidurkan di atas tempat tidur maka, harus diberi pelindung yang kuat agar bayi tidak terjatuh.

Hindarkan bayi dari angin agar tidak masuk angin. Usahakan bayi selalu memakai kaos kaki, kaos tangan, dan penutup kepala, serta diselimuti. Jenis . selimut harUs menyesuaikan kondisi bayi dan cuaca. Jika cuaca panas, dan bayi ada di kamar, pilihlah selimut yang tipis atau menyejukkan. Jika cuaca dingin, bayi kedinginan pilihlah selimut yang agak tebal. Apabila bayi di bawa keluar rumah pilihlah selimut yang tidak tembus angin dan tidak tembus air. Jika naik mobil, tutup jendelanya jangan sampai bayi kena angin langsung dari jendela. Jika diboncengkan dengan sepeda motor, pakaikan jaket dan selimut tahan angin. ‘

Mengajak bayi jalan-jalan di pagi hari untuk menghirup udara segar memang baik. Namun jangan terlalu pagi, jangan terlalu lama, dan hindari jika ada kabut, sebab dapat membuat bayi terserang paru-paru basah. Menghangatkan bayi dengan sinar matahari pagi dapat membantu pembentukan vitamin D yang bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan kulit bayi. Namun jangan sampai sinar matahari mengenai mata bayi (mata bayi kesilauan, tidak tahan, dan bisa sakit). Jadi, sebaiknya bayi dijemur sinar matahari antara pukul 06.30 pagi 08.00 pagi. Lama penjemurannya bisa 5 menit di hari pertama sampai hari ketiga penjemuran, 10 menit di hari keempat sampai hari ketujuh, dan di minggu kedua sampai seterusnya bisa dijemur selama 30 menit. Ketika menjemur, bayi harus tetap memakai pakaian dan popok. Usahakan yang kena sinar matahari pagi, bagian tangan, lengan, kaki, leher, dan kepala (rambut). Jangan sampai sinar matahari mengenai tatapan mata. Tempat penjemuran bisa di teras rumah, halaman, taman, atau yang ada sinar matahari pagi. Jadi, tidak perlu di lapangan atau di dekat sawah. Sebab apabila bayi dibawa ke lapangan atau dekat sawah, bayi bisa kena angin (masuk angin). Walaupun di halaman rumah, namun jika sedang ada angin besar, sebaiknya bayi segera dibawa masuk ke kamar.

Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, bayi harus dimandikan secara teratur, pagi sekitar pukul 07.30-08.30 dan sore sekitar pukul 16.00 , kecuali apabila bayi sedang sakit cukup dilap dengan air hangat.

(Sumber: Merawat dan Mendidik Anak/Umi Isyiqomah/Hal 65-66/2004)